Magang Di Malang
Magang atau Praktek Kerja Lapangan merupakan sebuah kegiatan
yang di lakukan siswa siswi SMK di Indonesia. Tidak terlepas pula SMKku SMK
Penerbangan banjarbaru. Well, sebagai
salah satu SMK Penerbangan di Indonesia, tentu saja tempat magang kami tidak
jauh dari hal hal yang berbau bandara, engine pesawat ataupun kerja berat.
Sebenarnya magang kami ini sudah lama dinanti nantikan oleh
taruna taruni di kelasku (*Begitulah sebutan untuk siswa dan siswi di sekolah
kami ). Masalah magang inipun sudah dikhabarkan sekitar duabulan kebelakang.
Pertanyaan demi pertanyaan selalu menghujani para guru disekolah, hujan
pertanyaan ini selalu di jatuhkan oleh para siswa siswi kelas XI Afp. “Bu, pabila kami magang ?, pak dimana kami
magang ?, bu kami magang di sana nyaman jalah ? ” berikut tadi adalah
pertanyaan – pertanyaan yang sering dilontarkan oleh teman – temanku dalam
bahasa banjar.
Ya,kami adalah orang orang Kalimantan Selatan kami biasa
disebut sebagai orang Banjar, dan kami sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan
di depohar 30 Malang,Jawa Timur. Jauh sebelum kami magang di Malang, aku
membayangkan hal hal yang mengerikan terhadap tentara tentara di tempat
magangku ini Depohar 30, yah…..image
image tentara kan biasanya sangar,tubuh kekar dan tegas hal itulah yang
terpintas di pikiranku selama ini. Tapi, merekapun juga manusia, ada yang baik
dan ada yang tidak, dan dari yang selama ini kutemui mereka semua adalah orang
orang baik, setidaknya seminggu ini. Tentara tentara disini menganut system kekeluargaan.
A.Penerbangan Dari Banjarbaru Ke Malang.
Sekitar Ba’daí
Isya aku dapat sms dari guru wali kelas kami yang kurang lebih isinya begini “Assalamu Alaikum Kay, sudah dapat kabar
terbarulah ?” tanya ibu wali kelas lewat sms “ kabar apa bu?” tanyaku
balik “ jadwal kebrangkatan dipercepat
katanya Kay,dipercepat menjadi jam Sembilan tidak jadi jam 12 siang “Sambung
beliau. “ benarkah bu,kalo begitu terima
kasih sudah mengabari saya bu” kataku berterima kasih, tak lupa wali kelas
kami yang cantik dengan tubuh mungil itu memberiku saran dan nasehat untuk
sarapan pagi sebelum berangkat. Perhatian banget ya… kataku
bergumam sendiri “mama, kada suah
disambat kaya itu” kata ibuku dari belakang, Yah….mau bagaimana ya, entah
hanya saja rasanya agak tidak biasa mendapat perhatian dari orang yang tidak
begitu kita kenal, yang hanya berjumpa ketika
di sekolah kataku ke mamaku.
Jum’at empat Maret 2016, hampir seluruh anggota keluargaku sudah ada di
rumahku di Banjarbaru, untuk melepas anaknya pergi ke Malang sabtu lima Maret
2016. Setelah mempacking pakaian dan kebutuhanku di Malang aku pun pergi tidur.
Besok harinya, sekitar jam lima pagi waktu Indonesia
tengah aku bangun untuk melaksanakan ibadah sholat subuh, sebuah keseharian yang
dilakukan umat islam. Sekitar jam lima tigapuluh tepat setelah aku mamadar sekitar tigapuluh menit aku pun
dibagnunkan ayahku untuk mandi pagi “kay,
sadang mandi kay. Hari ini tulakkan lo ? ” kata Ayahku, dengan berat mata
akupun pergimengambil handuk dan pergi kekamar mandi sungguh cobaan berat bagi
seorang remaja yang hobinya mamadar
di hari libur (*untuk diketahui, sekolahku libur di hari sabtu dan minggu ) di
kamar mandi hal yang kulakukan pertama kali adalah bercermin untuk memeriksa
apakah ada jerawat dan semacamnya ( sekitar
sembilan menit )
kemudian
melepas baju ( sekitar 10 detik ) kemudian garuk garuk tidak jelas sekitar
tubuh sambil bercermin ( sekitar enam menit ) kemudian baru menyalakan keran
air dan mandi tapi sebelum menyentuh air ada kebiasaan yang harus dilakukan
yaitu menghitung sampai lima. “satu, dua,
tiga, empat, lima ! “ kemudian byurr
barulah tubuhku menyentuh air kemudian mandi sekitar tiga menit. Total waktu yang dibutuhkan 9
menit + 6 menit + 3 menit + 10 detik + 5 detik totalnya adalah sekitar 18 menit
dan 15 detik. Abaikan hal yang tidak penting, setelah sarapan, mengunci pintu
rumah dan ber do’a kamipun sekeluarga sampai dibandara, entah angin apa atau di
sebabkan oleh human Factor ketika kami tiba dibandara Banjarbaru, kunci motor
kakakku patah akibat terdorong koperku.
Jam 09 : 00 WITA kami pun berangkat dari Bandara
Banjarbaru, setelah berbincang bincang dengan keluarga, bersalam-salaman dan
juga berpesan aku dan teman temanku
masuk ke ruang boarding.
Di ruang boarding tidak banyak hal yang terjadi semua
berjalan lancar dan biasa saja, akan tetapi ketika memasuki ruang pemeriksaan
ticket ada bagian yang agak rasis menurutku, entah itu memang kebijakkan dari
pihak bandara atau bagaimana tidak ada yang tahu. Aku mempunyai seorang teman
asal papua,tinus namanya seorang remaja pendek asal papua, aku ingat sekali
ketika pemeriksaan ticket seorang staff bandara bilang “hei kakak, tiketmu mana
kakak ? “(dengan nada ala papua yang sering diperlihatkan di TV. Well, kalau itu memang kebijakkan
bandara agar bersikap sopan dengan cara seperti itu, aku bisa apa ? tapi yang
lebih membuatku tercengang adalah dia tidak membawa tanda pengenal (*belum di
berikan oleh guru pembimbing kami ) yah….baru beberapa saat kemudian diberikan
tanda pengenal siswa ke seluruh siswa sih…
Perjalanan Banjarbaru ke Malang memakan waktu sekitar
satu jam (*kurang lebih ) Dalam pesawat apa yang kami lakukan ? hal yang biasa
kami lakukan oleh setiap remaja kekinian,yup!!
Apalagi kalau bukan jepret eksis. Ada yang menulis salam di atas kertas
yang diberi tanda tangan kemudian difoto pas terbang di dekat jendela, ada yang
menggunakan tongsis dan adajuga yang hanya duduk memperhatikan kakak pramugari
berparas cantik dan aku termasuk golongan ketiga hehehehe. Tidak semua orang yang menulis diatas kertas itu adalah
hasil tulisan sendiri, beberapa dari mereka menggunakan jasa teman yang
tulisannya bagus, ada yang member salam kepada pacarnya, ada yang salam kepada
temannya ada juga yang ngasih salam ke siapa aja.
Oh iya, perlu kita ketahui di dalam sebuah
pesawat ada peraturan yang melarang kita menyalakan sekaligus menggunakan handphone,
tapi dari sekian banyak orang tetap saja ada yang melanggarnya. Tapi sekarang
kan sudah ada opsion “mode pesawat” di setiap handphone yang kita pegang
jadi…entahlah.
Setibanya di Malang seluruh teman-temanku langsung
mengabari keluarganya juga pacarnya, kemudian berkumpul untuk mendengarkan
arahan pak. A’an, Sebuah Pemandangan yang menyenangkan.
B. Welcome
To Surabaya - Malang !!!
Foto-foto, merupakan hal yang wajib dilakukan ketika
sampai di suatu tempat,dengan pose yang seadanya, santai tapi berkelas, gaul
tapi bukan alay. Beuh….mantaplah pokoknya, yah….sebuah kewajiban yang harus
dilakukan anak muda kekinian. Loncat
ke bus…setelah memasukkan barang ke dalam bagasi bus. Semuapun naik ke atas bus
langsung pilih tempat duduk dan beristirahat,istirahat itupun semakin syahdu
ketika ditambah tembang-tembang lagu mellow dari tahun 90an. Coba, kalian tebak apa yang dilakukan teman
kalian ketika teman lainnya tertidur ??
ya, tentunya pasti akan ada yang menjailinya yakan ? ada beberapa macam
kegiatan yang biasanya teman kalian lakukan untuk menjaili teman yang sedang
tertidur : satu. Cara yang paling mainstream, photo sebar. Dua. Menempelkan
tulisan aneh kemudian difoto. Tiga. Menempelkan minyak kayu putih, balsam,dan
sejenisnya tepat di bawah hidung sang korban.
Antara lucu sama kasian apalagi lihat ekspresi si
korban. Hehehehe.
Perjalanan Surabaya – Malang berlangsung selama dua
jam, perjalanan pun terasa membosankan dan biasa-biasa saja. Entah ya…tapi
bagiku sendiri tidak ada hal yang menarik terjadi.
Tampak malang ? hampir sama saja dengan Kalimantan
Selatan, dari segi pemukiman, masyarakat, tapi tidak dengan pembangunan,
pembangunan di Malang bagaimana ? bagus man, ya….walaupun ada pemukiman kumuhnya
juga sih. “semakin terang sebuah cahaya,semakin besar pula bayangan yang
diciptakan” ßàsok-sokkan ngequotes.
C. Orang
Banjar = Orang Kaya
“Orang Banjar itu SUGEH…SUGEH..”
sebuah ungkapan yang sering kudengar
dari penjual-penjual sekitar rumah kost, kerap kali ketika berbelanja kalimat tersebut terdengar
ditelingaku, atau mungkin hanya aku yang sering dibilang begitu.Dari sudut
pandangku aku akan menyebut orang orang itu tidak tahu apa apa, kenapa ?karena
tidak semua orang Banjar itu maju dan kaya bahkan faktanya banyak orang Kalimantan
yang berada dibawah garis kemiskinan, memang kami memiliki tambang batu bara, memiliki
batu akik, juga masuk kategori provinsi yang memiliki perempuan tercantik di
Indonesia. Tapi, apalah gunanya jika yang punya tanah tak bisa menikmati hasil
tanahnya ? (*tentunya tidak untuk yang perempuan tercantik di Indonesia) di
Banjarbaru, kurasa lebih banyak masyarakat pendatangnya dibanding masyarakat
asli daerah tersebut…ya…walaupun secara tak langsung hal itu juga
memperkembangkan Banjarbaru. Tapi, tengok hal berikut ini Kalimantan Selatan
khususnya di daerah pedesaan dan perkampungan sering mati listrik dengan alasan bermacam-macam di Jawa, mati lampu ? iya, paling Cuma sebentar.
Perkembangan kota dan desanya lebih
pesat dibandingkan yang ada dikalimantan Selatan. Harga barang barang di sini (Malang)
jauh lebih murah dibandingkan dengan yang ada di daerah asalku. Dan bagaimana
saudara kita diPapua ? yang memiliki tambang emas dan dikuasai oleh PT.
Freeport ? di sana pembangunan terbilang lambat, orang orang endemic Papuapun
masih banyak yang tinggal dihutan belantara. Padahal ya….. banyak sekali Sumber
Daya Alam yang ada di Kalimantan, tapi penduduknya ?