Sabtu, 19 Maret 2016

Magang Di Malang
Magang atau Praktek Kerja Lapangan merupakan sebuah kegiatan yang di lakukan siswa siswi SMK di Indonesia. Tidak terlepas pula SMKku SMK Penerbangan banjarbaru. Well, sebagai salah satu SMK Penerbangan di Indonesia, tentu saja tempat magang kami tidak jauh dari hal hal yang berbau bandara, engine pesawat ataupun kerja berat.
Sebenarnya magang kami ini sudah lama dinanti nantikan oleh taruna taruni di kelasku (*Begitulah sebutan untuk siswa dan siswi di sekolah kami ). Masalah magang inipun sudah dikhabarkan sekitar duabulan kebelakang. Pertanyaan demi pertanyaan selalu menghujani para guru disekolah, hujan pertanyaan ini selalu di jatuhkan oleh para siswa siswi kelas XI Afp. “Bu, pabila kami magang ?, pak dimana kami magang ?, bu kami magang di sana nyaman jalah ? ” berikut tadi adalah pertanyaan – pertanyaan yang sering dilontarkan oleh teman – temanku dalam bahasa banjar.
Ya,kami adalah orang orang Kalimantan Selatan kami biasa disebut sebagai orang Banjar, dan kami sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan di depohar 30 Malang,Jawa Timur. Jauh sebelum kami magang di Malang, aku membayangkan hal hal yang mengerikan terhadap tentara tentara di tempat magangku ini Depohar 30, yah…..image image tentara kan biasanya sangar,tubuh kekar dan tegas hal itulah yang terpintas di pikiranku selama ini. Tapi, merekapun juga manusia, ada yang baik dan ada yang tidak, dan dari yang selama ini kutemui mereka semua adalah orang orang baik, setidaknya seminggu ini. Tentara tentara disini menganut system kekeluargaan.



A.Penerbangan Dari Banjarbaru Ke Malang.
Sekitar Ba’daí Isya aku dapat sms dari guru wali kelas kami yang kurang lebih isinya begini “Assalamu Alaikum Kay, sudah dapat kabar terbarulah ?” tanya ibu wali kelas lewat sms “ kabar apa bu?”  tanyaku balik “ jadwal kebrangkatan dipercepat katanya Kay,dipercepat menjadi jam Sembilan tidak jadi jam 12 siang “Sambung beliau. “ benarkah bu,kalo begitu terima kasih sudah mengabari saya bu”  kataku berterima kasih, tak lupa wali kelas kami yang cantik dengan tubuh mungil itu memberiku saran dan nasehat untuk sarapan pagi sebelum berangkat. Perhatian banget ya…   kataku bergumam sendiri “mama, kada suah disambat kaya itu” kata ibuku dari belakang, Yah….mau bagaimana ya, entah hanya saja rasanya agak tidak biasa mendapat perhatian dari orang yang tidak begitu kita kenal, yang hanya berjumpa ketika  di sekolah kataku ke mamaku.  Jum’at empat Maret 2016, hampir seluruh anggota keluargaku sudah ada di rumahku di Banjarbaru, untuk melepas anaknya pergi ke Malang sabtu lima Maret 2016. Setelah mempacking  pakaian dan kebutuhanku di  Malang aku pun pergi tidur.
Besok harinya, sekitar jam lima pagi waktu Indonesia tengah aku bangun untuk melaksanakan ibadah sholat subuh, sebuah keseharian yang dilakukan umat islam. Sekitar jam lima tigapuluh tepat setelah aku mamadar sekitar tigapuluh menit aku pun dibagnunkan ayahku untuk mandi pagi “kay, sadang mandi kay. Hari ini tulakkan lo ? ” kata Ayahku, dengan berat mata akupun pergimengambil handuk dan pergi kekamar mandi sungguh cobaan berat bagi seorang remaja yang hobinya mamadar di hari libur (*untuk diketahui, sekolahku libur di hari sabtu dan minggu ) di kamar mandi hal yang kulakukan pertama kali adalah bercermin untuk memeriksa apakah ada jerawat dan semacamnya (  sekitar sembilan  menit )
 kemudian melepas baju ( sekitar 10 detik ) kemudian garuk garuk tidak jelas sekitar tubuh sambil bercermin ( sekitar enam menit ) kemudian baru menyalakan keran air dan mandi tapi sebelum menyentuh air ada kebiasaan yang harus dilakukan yaitu menghitung sampai lima. “satu, dua, tiga, empat, lima ! “ kemudian byurr barulah tubuhku menyentuh air kemudian mandi sekitar  tiga menit. Total waktu yang dibutuhkan 9 menit + 6 menit + 3 menit + 10 detik + 5 detik totalnya adalah sekitar 18 menit dan 15 detik. Abaikan hal yang tidak penting, setelah sarapan, mengunci pintu rumah dan ber do’a kamipun sekeluarga sampai dibandara, entah angin apa atau di sebabkan oleh human Factor  ketika kami tiba dibandara Banjarbaru, kunci motor kakakku patah akibat terdorong  koperku.

Jam 09 : 00 WITA kami pun berangkat dari Bandara Banjarbaru, setelah berbincang bincang dengan keluarga, bersalam-salaman dan juga berpesan aku dan teman temanku  masuk ke ruang boarding.
Di ruang boarding tidak banyak hal yang terjadi semua berjalan lancar dan biasa saja, akan tetapi ketika memasuki ruang pemeriksaan ticket ada bagian yang agak rasis menurutku, entah itu memang kebijakkan dari pihak bandara atau bagaimana tidak ada yang tahu. Aku mempunyai seorang teman asal papua,tinus namanya seorang remaja pendek asal papua, aku ingat sekali ketika pemeriksaan ticket seorang staff bandara bilang “hei kakak, tiketmu mana kakak ? “(dengan nada ala papua yang sering diperlihatkan di TV. Well, kalau itu memang kebijakkan bandara agar bersikap sopan dengan cara seperti itu, aku bisa apa ? tapi yang lebih membuatku tercengang adalah dia tidak membawa tanda pengenal (*belum di berikan oleh guru pembimbing kami ) yah….baru beberapa saat kemudian diberikan tanda pengenal siswa ke seluruh siswa sih…
Perjalanan Banjarbaru ke Malang memakan waktu sekitar satu jam (*kurang lebih ) Dalam pesawat apa yang kami lakukan ? hal yang biasa kami lakukan oleh setiap remaja kekinian,yup!! Apalagi kalau bukan jepret eksis. Ada yang menulis salam di atas kertas yang diberi tanda tangan kemudian difoto pas terbang di dekat jendela, ada yang menggunakan tongsis dan adajuga yang hanya duduk memperhatikan kakak pramugari berparas cantik dan aku termasuk golongan ketiga hehehehe. Tidak semua orang yang menulis diatas kertas itu adalah hasil tulisan sendiri, beberapa dari mereka menggunakan jasa teman yang tulisannya bagus, ada yang member salam kepada pacarnya, ada yang salam kepada temannya ada juga yang ngasih salam ke siapa aja.
  Oh iya, perlu kita ketahui di dalam sebuah pesawat ada peraturan yang melarang kita menyalakan sekaligus menggunakan handphone, tapi dari sekian banyak orang tetap saja ada yang melanggarnya. Tapi sekarang kan sudah ada opsion “mode pesawat” di setiap handphone yang kita pegang jadi…entahlah.

Setibanya di Malang seluruh teman-temanku langsung mengabari keluarganya juga pacarnya, kemudian berkumpul untuk mendengarkan arahan pak. A’an, Sebuah Pemandangan yang menyenangkan.









B. Welcome To Surabaya - Malang !!!

Foto-foto, merupakan hal yang wajib dilakukan ketika sampai di suatu tempat,dengan pose yang seadanya, santai tapi berkelas, gaul tapi bukan alay. Beuh….mantaplah pokoknya, yah….sebuah kewajiban yang harus dilakukan anak muda kekinian. Loncat ke bus…setelah memasukkan barang ke dalam bagasi bus. Semuapun naik ke atas bus langsung pilih tempat duduk dan beristirahat,istirahat itupun semakin syahdu ketika ditambah tembang-tembang lagu mellow dari tahun 90an.  Coba, kalian tebak apa yang dilakukan teman kalian ketika teman lainnya  tertidur ?? ya, tentunya pasti akan ada yang menjailinya yakan ? ada beberapa macam kegiatan yang biasanya teman kalian lakukan untuk menjaili teman yang sedang tertidur : satu. Cara yang paling mainstream, photo sebar. Dua. Menempelkan tulisan aneh kemudian difoto. Tiga. Menempelkan minyak kayu putih, balsam,dan sejenisnya tepat di bawah hidung sang korban.
Antara lucu sama kasian apalagi lihat ekspresi si korban. Hehehehe.

Perjalanan Surabaya – Malang berlangsung selama dua jam, perjalanan pun terasa membosankan dan biasa-biasa saja. Entah ya…tapi bagiku sendiri tidak ada hal yang menarik terjadi.
Tampak malang ? hampir sama saja dengan Kalimantan Selatan, dari segi pemukiman, masyarakat, tapi tidak dengan pembangunan, pembangunan di Malang bagaimana ? bagus man, ya….walaupun ada pemukiman kumuhnya juga sih. “semakin terang sebuah cahaya,semakin besar pula bayangan yang diciptakan” ßàsok-sokkan ngequotes.



C. Orang Banjar = Orang Kaya
“Orang Banjar itu SUGEH…SUGEH..”  sebuah ungkapan yang sering kudengar dari penjual-penjual sekitar rumah kost, kerap kali  ketika berbelanja kalimat tersebut terdengar ditelingaku, atau mungkin hanya aku yang sering dibilang begitu.Dari sudut pandangku aku akan menyebut orang orang itu tidak tahu apa apa, kenapa ?karena tidak semua orang Banjar itu maju dan kaya bahkan faktanya banyak orang Kalimantan yang berada dibawah garis kemiskinan, memang kami memiliki tambang batu bara, memiliki batu akik, juga masuk kategori provinsi yang memiliki perempuan tercantik di Indonesia. Tapi, apalah gunanya jika yang punya tanah tak bisa menikmati hasil tanahnya ? (*tentunya tidak untuk yang perempuan tercantik di Indonesia) di Banjarbaru, kurasa lebih banyak masyarakat pendatangnya dibanding masyarakat asli daerah tersebut…ya…walaupun secara tak langsung hal itu juga memperkembangkan Banjarbaru. Tapi, tengok hal berikut ini Kalimantan Selatan khususnya di daerah pedesaan dan perkampungan sering mati listrik  dengan alasan bermacam-macam  di Jawa, mati lampu ? iya, paling Cuma sebentar.  Perkembangan kota dan desanya lebih pesat dibandingkan yang ada dikalimantan  Selatan. Harga barang barang di sini (Malang) jauh lebih murah dibandingkan dengan yang ada di daerah asalku. Dan bagaimana saudara kita diPapua ? yang memiliki tambang emas dan dikuasai oleh PT. Freeport ? di sana pembangunan terbilang lambat, orang orang endemic Papuapun masih banyak yang tinggal dihutan belantara. Padahal ya….. banyak sekali Sumber Daya Alam yang ada di Kalimantan, tapi penduduknya ?